SIMALUNGUN || Trendingtopik,
Dugaan praktik prostitusi terselubung berkedok tempat pijat dan spa di Kompleks Perumahan Griya Siantar Estate, Jalan Asahan Km 3, Nagori Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, terus menuai sorotan mendalam. Tempat usaha Relax Spa kini disinyalir mendapat perlindungan dari oknum pengusaha.
Sorotan publik ini menguat setelah muncul Jawaban dari pihak yang mengaku sebagai Hubungan Masyarakat (Humas) Relax Spa, Yudha. Saat dikonfirmasi mengenai pola operasional, lonjakan tarif pada jam-jam tertentu, hingga dugaan adanya paket layanan ‘plus-plus’, Yudha mengklaim bahwa operasional tempatnya sudah sesuai standar yang juga berlaku di tempat lain di kawasan tersebut.
“Kalau jam operasional kita ikut sesuai standarnya. Karena sekitar situ kayak spa yang lain pun seperti itu juga. Kalau soal tarif meningkat, itu pun juga tergantung abang sama pihak pekerja,” kata Yudha melalui pesan tertulis, Rabu (29/10/2026).
Menariknya, saat disinggung mengenai dugaan praktik prostitusi di Relax Spa, Yudha tidak membantah secara eksplisit. Ia justru melontarkan pernyataan yang mengindikasikan bahwa seluruh tempat usaha spa di kawasan Griya Siantar Estate menjalankan pola serupa.
“Oia satu lagi bg, abg bahas soal prostitusi, semua rata kok bg di sana, cek aja bg, nggak apa-apa,” cetusnya.
Yudha menegaskan bahwa lokasi tempatnya bekerja memiliki legalitas yang sah serta tidak mempekerjakan anak di bawah umur. “Izin kita lengkap, sama izin Dinkes juga lengkap. Kalau di bawah umur, bisa dicek bg, dan bisa datang ke lokasi,” tambahnya.
Pernyataan Humas Relax Spa yang menyebut praktik tersebut merata di seluruh spa di kawasan Griya ini semakin menguatkan keresahan warga sekitar yang sebelumnya mengeluhkan maraknya aktivitas mencurigakan hingga larut malam.
Dugaan praktik ‘esek-esek’ berkedok tempat kebugaran ini juga diperkuat oleh penelusuran di media sosial. Akun TikTok resmi yang diduga milik tempat usaha tersebut, @relax_spa_siantar, secara terang-terangan mengunggah konten yang menampilkan deretan wanita muda berpakaian minim dan terbuka demi menarik calon pelanggan.
Menanggapi hal tersebut, pihak pemerintah setempat mulai memberikan respon. Kepala Desa (Pangulu) Siantar Estate,Juliani saat dikonfirmasi merespons singkat dan mengundang pihak media untuk bertemu langsung.
“Datang aja besok ke kantor om. Biar diperjelas di kantor aja,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Siantar, Iqbal yang dikonfirmasi mengenai maraknya dugaan prostitusi berkedok spa di wilayah hukumnya menyatakan akan segera berkoordinasi dengan unsur Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta instansi terkait untuk menyikapi informasi ini.
“Terima kasih informasinya Pak, kami akan berkoordinasi dengan pihak Forkopimcam dan kepada yang terkait,” respons Camat Siantar.
Masyarakat Nagori Siantar Estate kini menanti langkah konkret dari Satpol PP Kabupaten Simalungun, Kepolisian, serta Dinas Perizinan dan Dinas Kesehatan untuk melakukan razia gabungan serta penertiban izin operasional terhadap seluruh usaha spa di lokasi perumahan tersebut.













