Imigrasi & Pemasyarakatan

Panen 100 Ikat Sawi, Rutan Tanjung Wujudkan Pembinaan Kemandirian Sejalan Program 15 Aksi Kemenimipas dan Asta Cita Presiden

6
×

Panen 100 Ikat Sawi, Rutan Tanjung Wujudkan Pembinaan Kemandirian Sejalan Program 15 Aksi Kemenimipas dan Asta Cita Presiden

Sebarkan artikel ini

Tanjung || Trendingtopik, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung melaksanakan kegiatan panen hasil pertanian berupa 100 ikat sawi dari kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Tanjung. kegiatan panen ini merupakan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pemanfaatan lahan terbatas secara produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Rutan. Selasa (21/04/2026).


Kegiatan panen tersebut melibatkan langsung warga binaan yang sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dan pelatihan di bidang pertanian. Dengan pendampingan petugas, mereka terlibat aktif sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga masa panen, sehingga seluruh proses berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

Program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung Program 15 Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berfokus pada kemandirian pangan melalui pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan yang belum produktif (idle).


Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan praktis di bidang pertanian, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kerja keras, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Pembinaan ini diharapkan mampu membentuk kemandirian sekaligus menjadi bekal yang bermanfaat bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.

Salah satu petugas Rutan Tanjung, Galang Tresno Prakoso, menyampaikan bahwa kegiatan panen ini merupakan bagian dari komitmen dalam menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata bagi warga binaan. Menurutnya, hasil panen tidak hanya bernilai secara produktif, tetapi juga menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan.


“Hasil panen ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan internal Rutan sekaligus menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus aktif dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembinaan. Ini juga menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, warga binaan mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Acan, salah satu warga binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa program pembinaan ini memberikan pengalaman berharga yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia merasa kegiatan ini menjadi ruang positif untuk belajar sekaligus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.


“Awalnya saya tidak tahu sama sekali tentang bertani, tapi di sini kami diajarkan dari awal sampai panen. Rasanya bangga bisa lihat hasilnya. Kegiatan ini juga bikin kami lebih semangat menjalani hari dan merasa punya harapan untuk jadi lebih baik ke depannya,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Rutan Tanjung dalam mendukung implementasi Program 15 Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong kemandirian pangan melalui kegiatan produktif yang melibatkan warga binaan. Selain itu, langkah ini juga selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan serta membangun sumber daya manusia yang mandiri dan berdaya saing.


Ke depan, Rutan Tanjung akan terus mengembangkan program pembinaan berbasis kemandirian dengan memanfaatkan potensi yang ada secara optimal. Melalui kegiatan yang terarah dan berkelanjutan, diharapkan warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga kesiapan mental dan sikap positif untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *