Imigrasi & Pemasyarakatan

Dugaan Bisnis Narkoba dan Penipuan Online di Lapas Rantauprapat Mencuat, Sumber Sebut Ada Setoran Puluhan Juta ke Oknum Pejabat

18
×

Dugaan Bisnis Narkoba dan Penipuan Online di Lapas Rantauprapat Mencuat, Sumber Sebut Ada Setoran Puluhan Juta ke Oknum Pejabat

Sebarkan artikel ini

RANTAUPRAPAT || Trendingtopik, Praktik peredaran narkoba dan penipuan berbasis online (lodes) di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat diduga masih marak terjadi. Dugaan ini mengemuka setelah seorang sumber internal mengungkapkan keterlibatan sejumlah warga binaan beserta dugaan aliran dana ke oknum pejabat lapas.

Menurut keterangan sumber, aktivitas ilegal di dalam lapas tersebut dikendalikan oleh beberapa narapidana yang terbagi dalam dua jaringan bisnis, yakni peredaran narkotika dan penipuan online.

“Untuk pengendali narkoba di Lapas Rantauprapat, bos besarnya itu Buyung Ikan di Kamar 4 Blok D. Dia dibantu anggotanya di lapangan bernama Reza yang berada di kamar yang sama,” kata Sumber saat memberikan keterangan, Selasa (6/10/2026).

Selain peredaran gelap narkoba, praktik penipuan online juga dikendalikan dari dalam kamar hunian narapidana oleh kelompok terpisah.

“Kalau untuk pengendali lodes atau penipuan online, bos besarnya ada Rian di Kamar B1, Iwan di Kamar 3 Blok A, serta Putra di Kamar 7 Blok D,” ungkapnya.

Sumber menambahkan, kelancaran bisnis ilegal di dalam lapas tersebut diduga tak lepas dari adanya ‘uang keamanan’ atau setoran rutin yang diberikan kepada oknum pejabat lapas, baik pengurus lama maupun yang baru menjabat.

“Dulu setoran ke Kalapas yang lama itu mencapai Rp100 juta per bulan. Sementara untuk Ka. KPLP yang lama, setorannya Rp15 juta setiap minggu,” jelasnya.

Ia juga membeberkan adanya kesepakatan baru terkait aliran dana ke pejabat pengamanan lapas yang baru dilantik.

“Saat ini setoran ke Ka. KPLP baru atas nama Indra Mytrando Tuju baru deal Rp10 juta per minggunya. Selain itu, ada permintaan uang perkenalan sebesar Rp25 juta yang alasannya untuk renovasi rumah dinas dan ruang kerja dia,” tegasnya.

Adapun mengenai alokasi dana untuk Kepala Lapas (Kalapas) yang baru, Sumber menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan atau pembayaran yang dilakukan.

“Kalau untuk ke Kalapas yang baru, sampai saat ini belum ada setoran,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *