TANJUNG || Trendingtopik, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung, jajaran Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan dan keamanan warga binaan. Melalui program inovatif SAPA KASIH (Salam Pantau Keamanan, Kesehatan, Kebersihan), petugas menyambangi langsung kamar hunian warga binaan pada Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Tanjung, Muhammad Arief Rakhman, bersama pejabat struktural dan jajaran petugas rutan. Mereka berinteraksi dan berdialog secara langsung dengan para warga binaan di dalam blok hunian.
Upaya Deteksi Dini dan Pelayanan Kesehatan
Menjaga kondisi warga binaan tidak hanya dilakukan saat terjadi keluhan sakit, tetapi juga membutuhkan pemantauan berkala dan komunikasi yang terbuka. Dalam kegiatan SAPA KASIH ini, petugas melakukan pengecekan kesehatan langsung serta membuka ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi maupun keluhan warga binaan.
“Melalui SAPA KASIH, kami ingin memastikan kondisi warga binaan terpantau secara langsung, sekaligus membangun komunikasi agar setiap keluhan dapat diketahui lebih awal. Kami juga terus mengingatkan bahwa kebersihan kamar dan lingkungan hunian merupakan tanggung jawab bersama. Jangan menunggu sampai muncul penyakit baru menyadari pentingnya kebersihan,” tegas Ka. KPR Tanjung, Muhammad Arief Rakhman.
Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat
Selain pemeriksaan kesehatan dan pengawasan keamanan, petugas turut memberikan imbauan mengenai pentingnya menjaga kebersihan tempat tidur, kamar mandi, sirkulasi udara, hingga pengelolaan sampah di area hunian bersama. Hal ini penting dilakukan guna meminimalisir risiko penyebaran penyakit menular di dalam blok rutan.
Ke depannya, Rutan Kelas IIB Tanjung berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kegiatan SAPA KASIH secara berkala. Melalui pendekatan yang humanis dan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan dapat tercipta lingkungan Pemasyarakatan yang aman, sehat, tertib, dan kondusif untuk mendukung proses pembinaan warga binaan secara maksimal.













