Daerah

Relax Spa Layanan Pijat Berkedok Esek-Esek dan Pola Tarif Meningkat di Jam Tertentu

8
×

Relax Spa Layanan Pijat Berkedok Esek-Esek dan Pola Tarif Meningkat di Jam Tertentu

Sebarkan artikel ini

Simalungun || Trendingtopik,

Dugaan praktik prostitusi berkedok layanan spa dan pijat refleksi di Komplek Perumahan Griya Siantar, Jalan Asahan Km 3, Nagori Siantar Estate, Kabupaten Simalungun kembali mengemuka dan menuai sorotan tajam.

Dari beberapa pengakuan warga, aktivitas mencurigakan di lokasi memicu keresahan dan tuntutan agar aparat terkait segera turun tangan untuk melakukan penindakan.

Informasi dari berbagai sumber menyebut, beberapa tempat usaha yang beroperasi di kawasan itu diduga tidak hanya tidak mengantongi izin lengkap, tetapi juga menawarkan layanan yang jauh dari standar spa profesional.

Salah satunya Relax Spa. Terkait Relax Spa, warga menilai pola operasionalnya sangat mencurigakan dan tidak lazim.

“Pola tarif yang tidak umum ditemukan pada tempat pijat profesional itu. Tarif meningkat saat jam tertentu, terutama malam hari, dengan paket layanan yang dianggap “tidak masuk akal” untuk kategori pijat refleksi,” ungkap warga, Kamis (29/10/2026) pukul 16.00 WIB.

“Tarifnya beda jauh dengan yang biasa kami tahu. Ada paket-paket aneh yang jelas bukan untuk pijat biasa,” bilang warga lagi.

Informasi serupa turut diperkuat oleh warga lain yang mengaku pernah mendapat tawaran ‘layanan plus’ dari oknum yang diduga terapis di lokasi tersebut.

Bahkan kata warga, kecurigaan mereka kian menguat setelah melihat pengunjung keluar-masuk pada malam hari, dengan intensitas yang tak wajar dibandingkan jam operasional spa profesional pada umumnya.

Aktivitas mereka kerap berlangsung hingga larut malam, sehingga memunculkan banyak pertanyaan.

“Kalau spa normal kan biasanya tutup jam-jam tertentu. Ini malah makin ramai setelah magrib bahkan hampir sampai tengah malam. Mobil dan sepeda motor bergantian masuk,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, pakaian tenaga terapis dianggap tidak pantas dan sangat minim, jauh dari pakaian kerja standar seorang terapis pijat. Hal ini tentu memicu dugaan bahwa aktivitas yang terjadi di dalam bukan sekadar layanan kesehatan atau relaksasi, namun lebih ke prostitusi terselubung.

“Yang kami lihat itu bukan pakaian terapis. Sangat tidak pantas untuk layanan spa yang profesional. Kalau mau coba datang aja, pasti apa yang saya katakan ini benar,” ujar dia.

Masyarakat yang mengaku resah mendesak pemerintah setempat, khususnya aparat Satpol PP, Kepolisian, dan Dinas Perizinan untuk segera melakukan inspeksi mendalam terhadap seluruh tempat usaha spa di kawasan tersebut.

Aparat juga diminta melakukan pemeriksaan izin operasional, tenaga kerja, hingga pelayanan yang ditawarkan dinilai harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di Relax Spa.

“Kami minta pemerintah jangan tutup mata. Kalau memang ada praktik ilegal, segera ditindak,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah setempat dalam hal ini Kepala Desa atau Pangulu Nagori Siantar Estate, Juliani dan aparat penegak hukum belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan praktik prostitusi berkedok spa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *