Pematang Siantar || NewsLentera, Unit Data Statistik dan Kehumasan (UDSK) KPw BI Pematangsiantar mencatat pada periode bulan Juli tahun ini Kota Pematang Siantar mengalami Deflasi sebesar -0,31% (mtm); 2,37% (yoy); 1,37% (ytd). Sedangkan Kabupaten Labuhanbatu -1,00% (mtm); 1,22% (yoy); 1,41% (ytd).
Adapun Komoditas dengan andil deflasi terbesar Kota Pematangsiantar Yakni, Bawang Merah (-0,21%), Cabai Merah (-0,20%), Daging Ayam Ras (-0,09%), Tomat (-0,08%), Jeruk (-0,05%).
Sedangkan untuk Kabupaten Labuhanbatu yakni, Cabai Merah (-0,48%), Bawang Merah (-0,29%), Daging Ayam Ras (-0,15%), Tomat (-0,14%), Ikan Lele (-0,14%).
“Terjadinya deflasi khususnya pada penurunan harga cabai merah dan bawang merah disebabkan oleh faktor meningkatnya stok akibat panen raya cabai merah dan bawang merah di wilayah Simalungun dan sekitarnya” Ujar Muqorobin, KPw BI Pematangsiantar, Kamis (01/08/2024).
Komoditi andil Inflasi di Kota Pematang Siantar yakni, Sigaret Kretek Mesin (0,09%), Beras (0,07%), Biaya SMP (0,06%), Biaya SD (0,04%), Tuak (0,04%).

Sedangkan untuk kabupaten Labuhan batu Yakni, Cabai Rawit (0,12%), Seragam Sekolah Anak (0,06%), Beras (0,05%), Sarung (0,04%), Bawang Putih (0,04%).
Disisi lain peran TPID semakin matang dengan mampu mempersiapkan kemungkinan kenaikan harga pada Semester II 2024 dengan mengadakan kegiatan pasar murah, Kerja Sama Antar Daerah (KAD), rapat koordinasi dan HLM serta gerakan tanam. Sementara itu kenaikan harga beras secara tren historis diperkirakan akan naik selama Semester II 2024, dimana harga berfluktuasi mengikuti kondisi pasokan panen beras.













